Baru Tahu Caranya, Ikan Teri Bisa Awet Segar hingga 2 Tahun, Ibu-ibu Bisa Nyoba Sendiri Trik Ini di Rumah

Ikan teri jadi salah satu jenis ikan asin yang kerap dikonsumsi. Biasanya ikan teri ini dijadikan campuran dalam tumisan ataupun dijadikan sebagai sambal. Meski kerap dipandang sebelah mata, namun fakta mengejutkan bahwan kandungan kalsium pada ikan teri bahkan lebih tinggi daripada susu.

Ikan teri segar bisa memiliki kandungan hingga 972 mg kalsium dalam 100 gram ikan. Di pasaran, Anda biasa menemukan dua jenis ikan teri, yaitu teri kering dan basah. Biasanya jenis ikan teri kering bisa disimpan lebih lama dibanding dengan teri basah.

Namun Anda harus tahu jika cara penyimpnana keduanya berbeda lho. Ikan teri kering jika disimpan secara tepat, ternyata bisa awet hiingga 2 tahun. Lantas bagaimana cara menyimpan ikan teri agar bisa awet dan tidak berjamur?

Cara Menyimpan ikan Teri agar Tidak Berjamur dan Awet hingga 2 Tahun

Dilansir dari Kompas.com, berikut ini akan dijelaskan bagaimana menyimpan teri kering dan basah yang benar. Rahasia dari menyimpan teri kering adalah memastikan bahwa ikan benar-benar kering, artinya tidak boleh lembab sedikit pun. Anda perlu melakukan beberapa hal.

Pertama, pindahkan ikan teri ke dalam wadah tertutup dan kering usai dibeli. Anda bisa menggunakan plastik zip lock atau gunakan wadah yang sudah dialasi tisu. Biarkan ikan teri di ruang kering dan sejuk.

Apabila mau lebih awet, Anda bisa menyimpan teri di dalam kulkas pada bagian paling bawah. Dengan cara ini, ikan teri bisa tahan hingga 18 bulan atau hampir 2 tahun.

Jika ingin memakainya, Anda bisa mengambil secukupnya saja. Lalu bagaimana dengan teri basah? Jika ikan teri basah yang Anda beli tersisa setelah digunakan, maka harus melakukan hal-hal ini agar tidak mudah busuk.

Cuci ikan teri dengan air dingin mengalir.

Lalu keringkan dengan tisu dapur. Agar rasa asinnya berkurang, rendamlah dalam air dingin atau cuka selama 15 menit. Setelah itu, bersihkan ikan teri dari kotorannya. Cukup buang kepala, lalu ambil durinya pelan-pelan. Jangan lupa bersihkan bagian kulitnya juga. Kemudian, keringkan lagi dengan tisu dapur.

Letakan ikan teri basah dalam wadah kaca, tuangkan minyak zaitun sampai semua ikan tenggelam. Setelah itu, masukkan ke dalam lemari pendingin Cara ini bisa membuat ikan teri basah tahan hingga dua bulan.

Manfaat Ikan Teri Bagi Tubuh

Selain murah, ikan teri juga memiliki banyak kadungan yang baik untuk kesehatan. Makan ikan teri untuk sarapan bisa membuat kita dapatkan berbagai keuntungan. Pasalnya, ikan teri mengandung tinggi protein, lemak yang menyehatkan jantung, serta vitamin dan mineral penting, loh.

Selain itu, manfaat mengonsumsi ikan teri untuk kesehatan pun gak main-main!

1. Penyakit jantung

Ikan teri mengandung omega 3 adalah jenis asam lemak yang berperan dalam segala hal mulai dari kesehatan jantung dan otak.

Omega 3 dapat menyehatkan jantung karena meredakan inflamasi dan menurunkan kolesterol serta tekanan darah.

Selain omega 3, sebuah studi dari American Journal of Clinical Nutrition menemukan kandungan selenium dalam ikan teri juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

Kombinasikan ikan teri dengan makanan yang baik untuk jantung lainnya, seperti buah dan sayuran serta mengurangi makanan siap saji.

2. Meningkatkan kesehatan tulang

Untuk mendapatkan tulang yang kuat manusia membutuhkan kandungan kalsium dan vitamin K. Kalsium sangat penting untuk menjaga struktur rangka tetap kuat.

Faktanya, 99 persen kalsium dalam tubuh ditemukan di tulang dan gigi.

Vitamin K juga penting untuk kesehatan tulang, ia dapat mencegah patah tulang dan membantu menjaga kepadatan mineral tulang.

Satu porsi dua ons ikan teri menyediakan 10 persen kalsium yang dibutuhkan sepanjang hari.

Ditambah 7 persen dari kebutuhan harian kita akan vitamin K untuk membantu meningkatkan kesehatan tulang.

3. Menurunkan berat badan

Ikan teri rendah kalori tetapi tinggi protein, vitamin, dan mineral jadi cocok untuk menurunkan berat badan.

Protein membantu mengekang nafsu makan dengan membuat Anda kenyang.

Selain itu juga dapat mengurangi kadar ghrelin, hormon yang bertanggung jawab untuk merangsang rasa lapar.

Dalam sebuah studi tahun 2006, makan sarapan berprotein tinggi menurunkan ghrelin dan juga memperlambat pengosongan perut untuk meningkatkan rasa kenyang.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.