Kasih Tahu Penderita Kolesterol Sekarang Juga! Makan Tahu Kukus Tiap Hari Ternyata Bisa Bikin Kolesterol Tamat Gak Kambuh Lagi, Obat Saja Kalah

Pencinta tahu pasti bahagia dengar kabar gembira ini. Ya, tahu ternyata bisa dijadikan obat untuk menurunkan kolesterol, lo. Tahunya bisa kita makan degan cara dikukus saja tanpa digoreng. Khasiatnya dijamin bis luar biasa banget untuk tubuh. Jangan sampai rugi karena melewatkannya ya.

Yuk, kita simak bersama.

Tahu Kukus Turunkan Kolesterol

Ada kabar germbira nih untuk Saselovers penggemar tahu! Salah satu menu favorit yang kerap hadir dalam sepiring siomay ternyata punya manfaat dahsyat untuk kesehatan tubuh. Menu tersebut adalah tahu kukus, salah satu makanan olahan kedelai. Sedari dulu, kedelai memang dikenal tinggi serat.

Selain itu, proses kukus yang gunakan nol minyak pun membuat tahu kukus minim lemak. Manfaat ini makin terasa jika tahu kukus dikonsumsi saat makan malam, pengganti panganan berat. Salah satu manfaatnya adalah menurunkan kolesterol jahat.

Beragam olahan kedelai termasuk tahu, bisa menjadi pilihan pengganti protein hewani yang cenderung meningkatkan kadar kolesterol. Tubuh tidak akan kehilangan asupan protein namun tidak juga meningkatkan kolesterol dalam tubuh.

Tahu juga memiliki kandungan asam lemak jenuh yang lebih rendah dari pada daging. Selain itu, tahu juga memiliki kandungan lesitin dan asam linoleat, yang membantu mengatur metabolisme tubuh.

Kadar kolesterol jahat yang tinggi dalam tubuh memicu penyakit fatal lain, seperti penyakit jantung koroner dan stroke. Kandungan zat besi pada tahu kukus juga berpotensi cegah anemia.

Jangan Beli Tahu dengan Ciri Ini

Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Jakarta Pusat Bayu Sari Hastuti mengatakan, dari sidak yang dilakukan di sejumlah pasar tradisional ditemukan cukup banyak tahu yang mengandung formalin.

Formalin tersebut digunakan agar tahu bisa bertahan lebih lama.

“Ada bahan pangan seperti tahu yang sering dikasih formalin supaya enggak cepat busuk,” ujar Bayu saat dihubungi, Rabu (30/5/2018).

Bayu mengatakan, diduga pemberian formalin pada tahu tidak dilakukan di pabrik produksi melainkan di distributor agar tahu yang dijual bisa awet.

Masyarakat bisa menandai tahu yang diberi formalin dengan memegang tahu tersebut. Bila terasa lebih kenyal, patut dicurigai tahu tersebut berformalin.

Konsumen juga bisa mengetahui apakah tahu tersebut berformalin atau tidak dengan mendiamkannya selama semalam.

Jika tahu tidak busuk, patut diduga tahu tersebut mengandung formalin.

“Kami sudah telusuri sampai pabriknya, bersih airnya, bahan bakunya, enggak ada formalin, jadi mungkin distributornya. Distributornya ngambil, ngasih ke pedagang supaya awet, kan pedagang enggak tahu kalau ada formalinnya,” ujar Bayu.

Rabu pagi Sudin KPKP Jakarta Pusat dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan DKI Jakarta melakukan sidak ke sejumlah pasar di Jakarta.

Pasar tersebut yaitu Pasar Senen Blok III, Pasar Gondangdia, Pasar Cikini, serta pasar modern di daerah Menteng dan Gajah Mada.

Dari sidak tersebut ditemukan sejumlah makanan yang mengandung formalin, boraks, dan penggunaan pewarna pakaian khususnya pada tahu, daging ayam, dan kerupuk.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.