Kasus Omicron di Indonesia Makin Menyebar, Tingkatkan Sistem Imun Tubuh Dengan Makan Buah-Buahan Murah Meriah Ini

Sudah hampir 2 tahun, Indonesia mennghadapi virus corona. Selama itu pula beragam usaha dilakukan oleh Pemerintah untuk menekan kasus kematian. Pengadaan vaksin dilakukan agar memperkuat sistem imun setiap orang agar berkurang jumlah yang terpapar virus mematikan ini.

Namun belakangan, virus jenis baru mulai menyebar di Indonesia. Ya, virus omicron sedang menyebar dan dibutuhkan pertahanan lebih bagi tubuh. Ada cara alami dan murah meriah untuk membantu menjaga daya tahan tubuh tetap terjaga. Yaitu dengan mengkonsumsi buah-buahan. Tidak percaya? Berikut ini ulasan lengkapnya untuk anda. Jangan sampai menyesal tidak jadi membelinya!

Buah Untuk Jaga Sistem Imun

Untuk menjaga daya tahan tubuh, salah satunya dapat dilakukan dengan memperhatikan apa saja yang kita konsumsi.

Berikut ini berbagai buah-buahan yang kaya vitamin C dan baik dikonsumsi untuk menjaga daya tahan tubuh:

1. Lemon

Lemon mentah juga mengandung vitamin C cukup tinggi, yakni sebesar 83 mg dalam satu buah. Buah ini bisa memenuhi kebutuhan harian vitamin C sebesar 92 persen. Lemon memiliki manfaat sebagai antioksidan dan peningkatan daya tahan tubuh.

2. Pepaya

Pepaya juga merupakan buah populer untuk menjaga daya tahan tubuh. Kandungan vitamin C dalam pepaya sebesar 87mg dan sanggup mencukupi kebutuhan harian vitamin C 97 persen. Pepaya juga bermanfaat untuk membantu daya ingat dan memiliki antiinflamasi yang kuat di otak.

3. Jambu biji

Satu buah jambu biji mengandung 126 mg vitamin C dan mampu mencukupi kebutuhan harian 140 persen. Jambu biji juga kaya antioksidan likope yang berpotensi mencegah atau memperlambat sel kanker tertentu. Buah ini juga memiliki manfaat menurunkan tekanan darah tinggi dan kolesterol.

4. Anggur hitam

Anggur hitam atau blackcurrants juga kaya akan vitamin C.

Satu cangkir anggur hitam mengandung 101 mg vitamin C dan bisa memenuhi kebutuhan harian 112 persen.

Manfaat lain anggur hitam untuk tubuh adalah kandungan falvonoid antioksidan yang bisa menguranngi kerusakan oksidatif yang berhubungan dengan penyakit kronis, seperti jantung, kanker dan penyakit neurdegeneratif.

5. Kiwi

Kiwi mengandung vitamin C 71 mg dalam setiap satu buahnya. Buah ini mampu mencukupi kebutuhan vitamin C harian sebanyak 79 persen.

Sebuah studi menunjukkan bahwa memakan kiwi setiap hari selama 28 hari bisa menurunkan trigliserida 15 persendan kekakuan pletelet darah. Ini artinya bahwa kiwi selain meningkatkan daya tahan tubuh, juga bisa mengurangi risiko pembekuan darah dan penyakit stroke.

6. Stroberi

Buah favorit banyak orang ini mengandung vitamin C 89 mg dan bisa memenuhi kebutuhan harian 99 persen untuk daya tahan tubuh.

Stroberi juga mengandung zat gizi lain yang bagus untuk kesehatan, seperti mangan, flavonoid, folat dan antioksidan.

7. Kesemek

Buah yang mirip tomat ini ternyata juga kaya vitamin C. Kandungan vitamin C dalam kesemek sebesar 16,5 mg dan mamemnuhi kebutuhan vitamin C sebesar 18 persen.

Itulah beberapa buah yang baik dikonsumsi untuk menjaga daya tahan tubuh.

Batuk Pilek Jadi Gejala Omicron

Dilansir dari Kompas.com, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatatkan, ada 254 kasus Covid-19 akibat penularan virus Corona varian Omicron di Indonesia hingga Selasa (4/1/2022).

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, mayoritas pasien Covid-19 yang terpapar varian Omicron mengalami gejala ringan dan tanpa gejala.

Nadia mengatakan, sebagian besar dari pasien mengalami batuk dan pilek.

“Dari hasil pemantauan, sebagian besar kondisinya ringan dan tanpa gejala. Gejala paling banyak adalah batuk (49 persen) dan pilek (27 persen),” kata Nadia dalam keterangan tertulis melalui laman resmi Kemenkes RI, Selasa.

Nadia mengatakan, dari 254 kasus baru varian Omicron tersedia, 239 kasus merupakan pelaku perjalanan internasional (imported case) dan 15 kasus merupakan transmisi lokal.

“Mayoritas (penularan) masih didominasi dari pelaku perjalanan dari luar negeri,” ujarnya.

Pemerintah sebelumnya hingga Senin (3/1/2022) mencatatkan 152 kasus Covid-19 akibat penularan varian Omicron di Indonesia, terhitung sejak kasus pertama diumumkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada 16 Desember 2021.

Dari jumlah tersebut, 146 kasus Covid-19 dari varian Omicron berasal dari pelaku perjalanan luar negeri dan 6 kasus lainnya merupakan transmisi lokal.

Budi mengatakan, dari 152 kasus Omicron, setengah dari pasien yang terpapar varian Omicron tidak memiliki gejala dan sisanya mengeluhkan gejala ringan.

“Mereka tidak butuh oksigen dan saturasinya masih diatas 95 persen. Sekitar 23 persen atau 34 orang sudah kembali ke rumah. Sampai sekarang tidak ada yang menbutuhkan perawatan serius di RS, cukup diberi obat dan vitamin,” kata Budi dalam konferensi pers secara virtual melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.