Kabar Buruk Bagi yang Suka Daging Ayam, Siap-siap Natal dan Tahun Baru Tidak Ada Acara Bakar-bakar Bersama Keluarga

Bak sudah menjadi tradisi, beragam bahan pokok meningkat drastis jelang hari besar. Mulai dari lebaran hingga perayaan Natal dan Tahun Baru sejumlah bahan pokok terlihat melonjak tajam Mulai dari minyak goreng yang belum turun juga hingga daging ayam.

Melesatnya harga daging ayam tentu menjadi kabar buruk buat masyarakat. Terutama bagi yang ingin merayakan acara tahun baru bersama keluarga pasti tak bisa lepas dari dari daging ayam.

Harga daging ayam melesat

Melansir Tribun Batam, jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2022, harga daging ayam potong per kilonya di pasaran terus merangkak naik.

Kenaikan harga daging ayam potong ini lazim terjadi saat perayaan hari besar dan jelang akhir tahun.

Padahal kebutuhan pangan masyarakat yang satu ini terbilang paling banyak diburu kaum ibu-ibu dan para pedagang warung nasi.

Pantauan Tribun Batam di Pasar Bestari Bintan Centre Tanjungpinang, terlihat sejumlah pengunjung membeli daging ayam dengan takaran sedikit dari biasanya. Meski begitu pedagang pun tetap melayani.

Seorang penjual daging ayam potong, Amek membenarkan, daging ayam potong mengalami kenaikan harga jelang Natal dan Tahun Baru.

“Untuk harga jual daging ayam ada kenaikan bang, dari harga semula Rp 38.000 dan sekarang sudah Rp 40.000 per kilonya,” ujarnya, Minggu (12/12/2021).

Dijelaskannya, kenaikan harga daging ayam potong sudah terjadi sejak satu minggu terakhir, lantaran mengikuti harga distributor yang juga turut naik.

“Kita hanya ikut harga saja bang. Kalau dari sananya naik, tentu kita juga harus naik. Kan gak mungkin kita malah buat harga tetap,” jelasnya.

Hal senada juga dikatakan pedagang lainnya, Leonardo.

“Harga daging ayam potong sejak bulan November sudah naik secara perlahan. Mulai dari Rp 35.000, sekarang Rp 40.000,” terangnya.

Ia menyebut, penyebab naiknya harga daging ayam potong, karena stok daging ayam di Tanjungpinang sudah kosong. Sehingga kini suplainya dari Batam.

“Kalau saya datangkan daging ayam dari daerah Kijang, itu pun supply dari Batam, karena stok di Tanjungpinang kosong,” paparnya.

Menurutnya, harga daging ayam diperkirakan akan melonjak naik lagi hingga berkisar Rp 42.000.

“Biasanya masih akan naik lagi saat perayaan Natalnya sampai Tahun Baru. Harga mentoknya biasa Rp 42.000 perkilo,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.