Mulanya Kaget Mertua Sering Makan Tanaman Pinggir Got Ini, Tahunya Bisa Jadi Obat Manjur untuk Batu Ginjal, Gak Nyangka!

Batu ginjal merupakan salah satu gangguan kesehatan yang bisa menyerang siapa saja. Jika terjadi, batu ginjal bisa menyebabkan gangguan saat buang air kecil, bahkan bisa membuat buang air kecil darah. Tak hanya itu, batu ginjal juga bisa menyebabkan gagal ginjal jika tidak segera diambil.

Nah, biasanya untuk menghilangkan batu ginjal ini, akan menggunakan obat penghancurnya sehingga bisa keluar sendiri. Dalam kasus yang parah, bisa dilakukan dengan operasi. Namun ternyata ada caraalami yang aman yang bisa gunakan, yakni dengan daun pinggir got ini.

Daun Tempuyung unutk Mengobati Batu Ginjal

Mungkin daun tempuyung bukan nama familiar yangs ering Anda dengar. Namun daun ini barangkali kerap And atemukan di pekarangan rumah atau bahkan di pigngir got.

Tempuyung yang nama latinnya Sonchus arvenshis L. dan termasuk ke dalam famili tumbuhan compositae ini biasa tumbuh di tempat-tempat yang terlindung.

Daunnya hijau licin dengan sedikit ungu, tepinya berombak, dan bergigi tidak beraturan. Di dekat pangkal batang, daun bergigi itu terpusar membentuk lekukan dan yang terletak di sebelah atas memeluk batang berselang seling.

Daun berombak memeluk batang inilah yang dipercaya memiliki efek farmakologis. Di antaranya: menghilangkan rasa panas dan racun, diuretik (peluruh kencing), penghancurkan batu ginjal dan menurunkan tekanan darah tinggi. Secara fisik, tanaman ini memiliki rasa pahit dan bersifat mendinginkan.

Pada prinsipnya, semua bagian tanaman ini bisa dimanfaatkan. Tapi yang paling sering adalah bagian daunnya.

Tumbuhan ini dikenal sebagai herba semusim dengan tinggi bisa mencapai 2 meter, tumbuh liar di tempat terbuka atau sedikit terlindung, seperti di tebing, tepi saluran air, di sela-sela batu, dan tumbuh pada daerah dengan ketinggian 50 – 1.650 meter dari permukaan laut.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Prf. Sarjito, daun tumbuhan ini dapat digunakan sebagai obat dengan kandungan kimia saponin, flavonoida, politenol, alfa-lactucerol, beta-lactucerol, manitol, inositol, silika, kalium, taraksasterol.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh almarhum Prof. Dr. Sarjito dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta menunjukkan, kandungan kalium dalam tempuyung dapat membantu menghancurkan batu ginjal.

Penelitian itu dilakukan Prof. Sarjito dengan merendam batu ginjal seseorang dalam rebusan daun tempuyung pada suhu kamar dan pada suhu 30-35 derajat celsius.

Bahan percobaan tadi ada yang digoyang seperti gerakan tubuh manusia, ada pula yang tidak. Setelah itu batu ditimbang dan kalsium dalam larutan diukur secara kimia. Hasilnya, semua batu ginjal berkurang bobotnya.

Sarjito juga meneliti daya penghancuran batu ginjal manusia dengan melakukan pemeriksaan kristal dalam air seni dan dengan menggunakan sinar rontgen.

Hasilnya diketahui, tempuyung dapat menghancurkan batu ginjal.

Sayangnya, sampai sekarang belum diketahui senyawa yang melarutkan atau menghancurkan batu ginjal.

Tapi hasil penelitian lain membuktikan, kandungan kalium inilah yang berperan dalam penghancuran batu ginjal.

Di dalam daun tempuyung itu terkandung kalium berkadar cukup tinggi.

Kehadiran kalium ini membuat batu ginjal, berupa kalsium karbonat, tercerai berai, karena kalium akan menyingkirkan kalsium untuk bergabung dengan senyawa karbonat, oksalat, atau urat yang merupakan pembentuk batu ginjal.

Hingga akhirnya endapan batu ginjal itu larut dan hanyut keluar bersama urine. Tempuyung juga punya nama beragam di tiap-tiap daerah.

Di Jawa sering disebut galing, jombang, jombang lalakina, lempung, lampenas, rayana (Sunda), tempuyung (Jawa Tengah).

Cara Mengonsumsi Daun Tempuyung

Dalam pengunaan, tempuyung dapat diramu sebagai bahan tunggal maupun dicampur dengan berbagai tanaman obat lain.

Prinsipnya, menurut Ir. Winarto, ahli tanaman obat dari klinik Karyasari, penggunaan tempuyung sebagai ramuan harus dilandasi pengertian bahwa sifatnya hanya membantu mengurangi derita suatu penyakit tertentu.

Meski tidak menutup kemungkinan penggunaan dalam jangka waktu lama khasiatnya bisa maksimal.

Secara umum pemakaian tempuyung dimanfaatkan untuk menjaga kondisi kesehatan tubuh dengan memakannya langsung sebagai lalap.

Selain itu minuman dengan memanfaatkan rebusan air daunnya dan menggunakan sebagai ramuan dengan ditambahankan bahan tertentu.

Sebagai lalapan, Anda bisa mengambil sekitar lima lembar atau lebih daun tempuyung segar.

Setelah dicuci, daun diasapkan sebentar, kemudian dimakan sekali habis sebagai lalap bersama nasi.

Dalam sehari Andabisa memakan lalap itu sebanyak tiga kali. –

Untuk membuatnya menjadi air rebusan, ambilah dua lembar daun tempuyung kering disedu dengan air satu gelas minum seperti membuat teh.

Air seduhan inilah yang diminum sebagai obat.

Dalam sehari Andabisa meminumnya sebanyak tiga kali, sampai batu ginjal hilang.

Selamat mencoba!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.