Satu Indonesia Wajib Waspada! Dipercaya Memperlancar ASI, Ternyata Daun Katuk Bisa Sebabkan Hal Berbahaya, ini Pendapat Ahli

Daun katuk dipercaya sebagai tanaman yang memperlancar ASI. Ibu yang sedang hamil pasti tidak asing dengan tanaman yang satu ini. Biasanya daun katuk dimanfaatkan dengan cara dibuat sayur bening. Karena itu, daun katuk sangat digemari oleh ibu hamil.

Namun mulai sekarang Anda patut waspada. Ternyata daun katuk bisa berbahaya bagi hamil! Bahkan bahayanya bisa mengancam nyawa!

Para ibu hamil wajib waspada Daun Katuk Bisa Menyebabkan Bronkitis

Studi di Universitas Kebangsaan Malaysia menyebutkan, beberapa penelitian menjelaskan bahwa konsumsi daun katuk yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai efek samping.

Efek samping yang dapat ditimbulkan daun katuk antara lain kantuk, sembelit, dan bronkiolitis obliterans serta dapat menyebabkan gagal napas.

Bahkan, penelitian di Taiwan menyebutkan bahwa 44 orang mengalami efek samping tersebut usai mengonsumsi jus daun katuk mentah (150 g) selama 2 minggu hingga 7 bulan.

Gejala hilang setelah 40-44 hari menghentikan konsumsi jus daun katuk. Sementara, hasil biopsi dari 12 pasien menunjukkan bronkiolitis obliterasi.

Sejumlah 178 pasien mengkonsumsi jus daun katuk mentah dengan dosis 150 g / hari (60,7 %), digoreng (16,9 %), campuran (20,8 %), dan digodok (1,7 %), selama 7 bulan – 24 bulan.

Lalu terdapat efek samping setelah penggunaaan selama 7 bulan berupa gejala obstruksi bronkiolitis sedang sampai parah.

Sedangkan konsumsi selama 22 bulan atau lebih menyebabkan gejala bronkiolitis obliterasi yang permanen.

Di Indonesia sendiri daun katuk bisanya dimanfaatkan oleh ibu hamil atau menyusui.

Penelitian dilakukan terhadap 115 kasus bronkiolitis obliterasi (110 perempuan dan 5 pria), berumur antara 22-66 tahun yang sebelumnya mengkonsumsi daun katuk.

Karena itu, sebelum mengkonsumsi daun katuk lebih baik direbus terlebih dahulu untuk menghilangkan sifat anti protozoa yang artinya adalah membunuh racun yang terkandung di daun katuk tersebut.

Sedangkan batas maksimal mengonsumi daun katuk ini adalah 50 g per hari.

Alih-alih menyehatkan, sebaiknya ibu hamil tetap berhati-hati dalam mengonsumsi daun katuk.

Anda harus membatasi konsumsi daun katuk setiap harinya.

Manfaat Daun Katuk

Namun jika dimakan dalam porsi yang tepat, daun katuk bisa mempunyai manfaat yang baik bagi tubuh.

1. Mencegah kanker payudara

Seorang dokter hewan, Fitriya Nur Annisa Dewi mengatakan daun katuk dapat mencegah kanker payudara. Fitri mengatakan, daun katuk mengandung senyawa kaemferol yang termasuk golongan flovonoid.

Senyawa ini diketahui memiliki kemiripan struktur dengan estrogen atau senyawa yang berfungsi utama sebagai hormon seks wanita.

Flovonoid ternyata mampu untuk mencegah kanker payudara.

2. Meredakan demam

Polifenol dan flavonoid dalam ekstrak katuk memiliki sifat antioksidan potensial dan mampu mengobati penyakit yang dimediasi radikal bebas.

Lebih lanjut daun katuk bermanfaat selama respons peradangan, nyeri, dan demam. Selain itu, bisa menangkal radikal bebas. Senyawa alkaloid, steroid, dan terpenoid bisa mengatasi nyeri dan demam.

Lalu senyawa turunan fitokonstituen yang ditemukan pada saponin, tanin, triterpenoid, dan kumarin katuk memiliki sifat obat antiinflamasi atau anti pembengkakakn non-steroid (NSAID).

3. Mengobati flu

Daun katuk mengandung efedrin yang sangat baik bagi penderita influenza. Daun katuk merupakan sumber vitamin C yang sangat baik.

Kandungan vitamin C pada daun katuk bahkan jauh lebih tinggi daripada jeruk ataupun jambu biji. Vitamin C akan sangat berguna untuk meningkatkan kesehatan tubuh Anda.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.