Buruan Cuci Kaki Sebelum Terlambat, Injek Kecoa Bisa Membawa Dampak Buruk, Nyawa Seisi Rumah Taruhannya

Siapa yang jijik dengan kecoa. Hewan yang satu ini memang kerap hadir di rumah bersama tikus dan cicak. Tentu saja hadirnya kecoa membuat suasana rumah jadi tidak menyenangkan. Belum lagi kecoa kerap menghampiri bahan makanan yang akan dimasak.

Apalagi sampai kecoa tersebut terinjak, semakin membuat perasaan untuk memasak sirna. Usai menginjak kecoa jangan cuma diam, tapi segera cuci kaki. Karena bahaya yang mengancam tidak main-main.

Bahaya Injak Kecoa

Hal ini ternyata diterangkan langsung dokter sekaligus aktris Lula Kamal saat menjadi bintang tamu di acara Hitam Putih..

Diketahui bahwa dokter Lula menghimbau agar masyarakat tidak lagi membunuh kecoak dengan menginjaknya. Sebab dalam tubuh kecoa terdapat bakteri yang sangat berbahaya.

“Pada dasarnya si jeroannya di (kecoa) itu ada bakterinya.”
“Jadi kalau sampai kita pakai cara tradisional yang kita injek sampai dia (kecoa) mejret dan ke mana-mana berarti bakterinya juga ke mana-mana.”
“Bahaya buat kita,” ungkap Lula.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan salah satu bahaya yang terdapat pada perut kecoak adalah cacing halus yang bisa menyebabkan penyakit.

“Sebenarnya gini, di (kecoa) itu ada macem-macem, termasuk ada kayak cacing alus-alus yang bisa buat macam-macam penyakit,” ucap Lula.

Menurutnya, meski menginjak bisa membuat kecoa mati tapi bukan berarti berbagai bakteri ditubuhnya juga ikut mati.

Bisa Berakibat Fatal

“Tapi gak segampang itu matinya masalahnya, yang jadi masalah adalah adanya bakteri yang di ususnya kecoa.
“Namanya psedomonas aeruginos, dia itu bisa bikin infeksi saluran kemih, kandung kemih deh ya.
“Juga masalah pencernaan macem-macem. Dari mulai diare, perutnya gak enak rasanya, sampai yang terakhir yang paling parah itu yang namanya sepsis,” ucap Lula Kamal.

Perlu diketahui sepsis sendiri memang termasuk ke dalam kondisi medis yang sangat berbahaya karena bisa berakibat kematian. Menurut National Health Service, di seluruh dunia, seseorang meninggal karena kondisi sepsis setiap 3,5 detik.

Sepsis memiliki gejala yang mirip dengan flu, gastroenteritis (sakit lambung), dan infeksi dada. Dikutip dari Kompas.com, sepsis merupakan satu dari lima penyebab kematian di dunia. Sepsis dikenal sebagai keracunan darah, meski jarang terjadi tetapi sangat mengancam jiwa.

Bakteri dan virus menyebabkan infeksi diare atau penyakit paru-paru yang memicu sepsis.

Analisis terbaru ini diterbitkan di jurnal Lancet dan berdasarkan catatan medis dari 195 negara, menunjukkan ada 49 juta kasus per tahun.

Ada pun cara untuk mencegah sepsis seperti menjaga sanitasi yang baik, menggunakan air bersih, akses ke vaksin, dan tentunya menghindari menginjak kecoak secra langsung.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.