Kanker Lambung Belum Ada Obatnya, Mulai Hari Ini Kurangi Makan Nasi Dicampur Kuah Kalau Masih Mau Panjang Umur

Kanker lambung merupakan penyakit mematikan yang bisa menyerang siapa saja. Penyakit ini pun kerap tidak disadari karena dikira hanya penyakit biasa.

Pada umumnya, kanker lambung memiliki gejala dini berupa gangguan pencernaan, mual , muntal dan beberapa gejala lain, sehingga penyakit ini dikira hanya gangguan lambung biasa.

Namun ternyata tanpa disadari kanker lambung memiliki beberapa pemicunya, salah satunya makan nasi dicampur dengan kuah.

Ya, kebiasaan makan nasi yang berkuah ini rupanya juga bisa menjadi penyebab kanker lambung. Lalu bagaimana hal tersebut bisa terjadi? simak ulasannya agar Anda bisa waspada.

Kebiasaan Makanan Penyebab Kanker Lambung

Kanker lambung ternyata bisa dipicu oleh makanan-makanan yang sering Anda makan. Salah satu kebiasaan tersebut adalah makan nasi yang dicampur kuah.

Meski lazim dilakukan, nyatanya kebiasaan ini bisa menjadi pemicu kanker lambung. Ternyata makan nasi yang dicampur dengan sup bukanlah kebiasaan makan yang sehat. Hidangan semacam ini bisa menambah beban perut. Akibatnya lambung akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk proses mencerna.

Selain itu, kebiasaan makan semacam ini bisa menyebabkan hiperekresi dalam air liur yang memperlambat penyerapan gizi pada nasi.

Nah mulai sekarang, kurangi kebiasaan makan nasi dicampur kuah ini.

Selain nasi dicampur kuah, beberapa kebiasaan dan jenis makanan lain juga bisa memicu kanker lambung menyerang.

1. Mengonsumsi Makanan Panas

Makanan panas meningkatkan risiko kanker lambung sebesar 4,22 kali. Hal ini karena selaput lendir di saluran pencernaan manusia cukup rentan dan hanya bisa menangani makanan dengan suhu 50 sampai 60 derajat Fahrenheit, atau setara 15 derajat Celcius.

Jika melebihi suhu tersebut, perut akan ‘terbakar’. Maka, kebiasaan makan dalam kondisi panas bisa membakar selaput lendir saluran pencernaan dan menyebabkan perubahan patologis. Inilah yang akhirnya bisa menyebabkan kanker perut.

Sebagai solusi, kita harus berusaha menghindari makanan dengan suhu di atas 15 derajat celcius Selain itu, makanlah sebanyak mungkin sayuran dan buah-buahan yang kaya vitamin C.

2. Makan Buah Berasa Asam saat Perut Kosong

Makan buah asam pada perut kosong termasuk kebiasaan tidak sehat. Saat kita lapar, asam lambung di perut akan mencapai konsentrasi tinggi Jika dikombinasikan dengan buah yang asam maka akan mengendap di perut. Lama kelamaan akan menimbulkan benjolan endapan besar.

Tekanan udara di perut pun akan meningkat dan menyebabkan nyeri, bengkak, bersamaan dengan gejala terkait lainnya.

3. Sering Konsumsi Daging Olahan

Periset menemukan bahwa seseorang yang mengonsumsi 50 gram daging merah olahan memiliki risiko yang lebih tinggi terkena kanker lambung.

Risiko menjadi lebih tinggi bila konsumsi daging merah olahan tersebut dimasak dengan menggunakan asap atau garam seperti daging asap, hotdog, atau sosis panggang.

Ada peningkatan sekitar 18% risiko terkena kanker lambung dengan pola konsumsi seperti itu. Nah untuk itu selalu waspada unutk tidak mengonsumsi jenias makanan di atas.

Ingat pengobatan terbaik adalah pencegahan yang dilakukan sejak dini.

Manfaat Terong Rebus untuk Cegah Kanker

Menghindari makanan yang memicu kanker menjadi salah satu solusi agartubuh tidak terkena penyakit berbahaya ini. Namun, beberapa makanan juga bisa membantu Anda mencegahnya, salah satunya terong rebus.

Meski terong rebus adalah olahan sederhana, namun jika dikonsumsi secara rutin makanan satu ini ampuh mencegah penyakit berbahaya.

Pasalnya melansir dari Boldsky, terong sendiri mengandung banyak zat yang berfungsi sebagai antioksidan. Seperti, asam caffeic, klorogenat, dan nasunin.

Antioksidan merupakan zat yang ampuh melawan radikal bebas di dalam tubuh.

Penelitian menunjukkan, paparan radikal bebas yang terus menerus bisa memicu berbagai penyakit, seperti kanker, jantung, dan kerusakan DNA.

Antioksidan dalam terong juga membantu mencegah stres oksidatif pada sistem kardiovaskular.

Selain itu kandungan nasunin yang bersifat antioksidan dalam terong memiliki fungsi dapat menyehatkan otak.

Nasunin melindungi lipid atau lemak di membran otak dari ancaman radikal bebas.

Selain kaya antioksidan, sayuran berwarna ungu ini juga tinggi serat.

Serat membantu menurunkan kolesterol dan membantu memperlancar alirah darah.

Kandungan serat ini baik untuk menjaga kesehatan jantung.

Nah itu dia manfaat makan terong rebus setiap hari yang bisa dirasakan tubuh.

Anda bisa makan terong rebus sebagai lalap ketika makan makanan berat di siang hari atau di sore hari.

Namun jika Anda suka, maka bisa makan terong rebus sebagai camilan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.