Dibongkar Langsung Oleh Penjualnya, Ternyata Begini Cara Membuat Siomay yang Kenyal dan Tak Lengket Di Panci, Rahasianya Ada Pada Tepung Ini

Bagi Anda yang suka jajan siomay baiknya, intip cara membuat siomay saja. Sebab cara membuat siomay ini sangat mudah loh. Jadi bagi Anda yang baru mau belajar memasak engga perlu takut kesusahan mengikuti cara membuat siomay ini.

Cara membuat siomay ini juga tak repot, karena hanya ada beberapa langkah saja. Jika Anda mengikuti cara membuat siomay ini, dijamin siomay buatan Anda bakal kenyal dan tak lengket di panci.

Namun, dalam cara membuat siomay yang satu ini, Anda wajib menambahkan tepung ini. Penasaran bagaimana cara membuatnya? Yuk segera simak artikel ini.

Cara Membuat Siomay

Siomay bisa Anda bikin sendiri di rumah dengan isian ikan, ayam, atau udang. Perhatikan cara membuat siomay agar kenyal dan tidak lengket di panci. Anda dapat menyantap siomay buatan sendiri maupun menjualnya dalam kemasan beku alias frozen food.

Mulai dari pemilihan bahan isian yang segar sampai proses mengukus, berikut tips membuat siomay yang dapat Anda ikuti.

1. Pilih bahan yang masih segar

Menurut buku “20 Resep Step by Step Sukses Bikin Siomay” oleh Dapur Kirana terbitan Gramedia Pustaka Utama, sebaiknya pilih ikan, ayam, atau udang yang masih segar. Kualitas ikan, ayam, atau udang yang baik akan menghasilkan siomay enak. Melansir Kompas.com, ciri-ciri ikan segar adalah warna matangnya bening serta tekstur dagingnya liat dan elastis.

Sementara, udang segar biasanya memiliki kulit yang masih segar dan keras. Selain itu, warna kulitnya bening dan tidak merah.

Lain lagi dengan daging ayam potong. Kalau warnanya merah muda atau agak kemerahan, menunjukkan ayam masih segar. Tekstur daging ayam segar juga elastis.

Setelah membeli ikan, ayam, maupun udang segera masukkan ke dalam freezer sebelum diolah. Tujuannya agar kualitas daging tetap segar.

2. Uleni adonan sampai kalis

Adonan isian siomay harus diuleni sampai kalis agar tidak ambyar ketika dikukus. Uleni adonan sembari dibanting-banting agar hasil siomay kenyal. Setelah adonan kalis, tambahkan tepung sagu sedikit demi sedikit sambil diaduk menggunakan sendok kayu.

3. Olesi cetakan siomay dengan minyak

Salah satu kendala ketika membuat siomay adalah kulit siomay menempel di panci kukusan. Anda dapat menghindari hal tersebut dengan mengolesi minyak di permukaan cetakan atau panci kukusan. Kalau kulit tidak lengket di panci, maka siomay lebih mudah dikeluarkan dan tampilannya tidak hancur.

4. Panaskan panci kukusan

Sebelum mengukus siomay, sebaiknya panaskan dulu panci agar siomay matang merata. Demi menghindari air kukusan menetes ke siomay, alasi tutup panci dengan kain atau serbet bersih. Setelah siomay matang, segera sajikan dalam keadaan hangat karena saat itulah rasanya makin nikmat.

Siomay Ikan Sapu-Sapu Berpotensi Bahayakan Kesehatan

Baiknya Anda harus hati-hati dengan siomay yang menggunakan ikan sapu-sapu. Dalam video, terungkap pengepul menangkap ikan Sapu-Sapu dari Kali Ciliwung, Jakarta. Masalahnya, kali ciliwung terkenal sebagai sungai dengan tingkat pencemaran parah.

“Bukan ikan sapu-sapu yang berbahaya, tetapi ikan sapu-sapu yang hidup di daerah beracun,” tutur Kepala Lab Instrumen BBKK, Irma Rumondang Jangan khawatir, ada cara mudah bedakan siomay ikan tenggiri asli dan yang dibuat dari ikan sapu-sapu, loh!

Berikut 3 ciri-ciri siomay ikan sapu-sapu yang tercemar di teluk Jakarta, mengutip Youtube KompasTV.

Yuk simak!

1. Daging siomay Berwarna Kusam

Berbeda dengan daging ikan tenggiri, daging ikan sapu-sapu yang tercemar berwarna lebih gelap. Karena itu, siomay yang dihasilkan pun jadi berwarna lebih gelap kelabu. Namun jangan juga mencari siomay dengan warna putih bersih. Pasalnya bisa saja, siomay semacam ini dicampur dengan pemutih atau bahan berbahaya lain.

Siomay berbahan daging ikan tenggiri asli biasanya akan berwarna putih pucat cenderung, dengan sedikit rona abu-abu.

2. Beraroma Janggal

Cium wangi siomay yang Saselovers beli, biasanya siomay dengan daging ikan tercemar akan beraroma janggal Siomay dengan daging ikan tenggiri biasanya tidak terlalu amis dan beraroma harus. Sedangkan, siomay dengan daging ikan sapu-sapu yang tercemar justru bukan cuma beraroma sangat amis. Namun juga ada satu aroma janggal yang seharusnya tak ada pada makanan berbahan dasar ikan segar.

3. Perhatikan Harga

“Ada harga, ada kualitas”, begitu kata pepatah. Hal ini bisa jadi ada benarnya, lo. Soalnya kita patut curiga pada siomay yang terlampau murah harganya. Bisa jadi, siomay tersebut dibuat dari daging ikan sapu-sapu.

Pasalnya, daging ikan sapu-sapu dijual dengan harga Rp.17 ribu per kilo, sedangkan ikan tenggiri segar dibandrol Rp. 135 ribu per kilo.

Beda jauh banget, kan?

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.