Pantas Tiap Masak Gagal Mulu, Ternyata Kebiasaan Sepele Ini yang Bikin Santan Jadi Gampang Pecah, Ibu-Ibu Jangan Diulangi Lagi!

Orang Indonesia tentu sudah gak asing lagi dengan santan ya. Santan memang sering banget dipakai untuk bahan masak. Misalnya saat masak rendang, opor, atau bahkan kue tradisional sekalipun. Nah, saat masak dengan santan kadang kali kita sering temukan masalah. Salah satu yang sering terjadi adalah santan yang pecah. Entah mengapa kalau masak dengan santan, santan mudah sekali pecah.

Kalau begini, yang ada malah bikin kesal. Nah, usut punya usut ternyata kebiasaan sepele ini loh yang bikin santan jadi gampang pecah. Jangan-jangan Anda sering lakukan?

Kebiasaan Sepele yang Bikin Santan Gampang Pecah

Nyatanya memasak hidangan dengan santan butuh ketelitian khusus. Jika tidak, santan menjadi pecah dan rasanya jika menyatu dengan hidangan.

Berikut empat kesalahan saat memasak hidangan bersantan melansir dari “SajianKu VOL 15/I/2014: Serba-Serbi Menyiapkan Sajian Untuk Keluarga, Tips Menyajikan Sarapan Pagi” oleh Team Dapur Lezat terbitan PT Mediantara Infopersada.

1. Tidak memahami jenis santan yang dipakai

Ada dua jenis santan yang bisa digunakan untuk memasak, yakni santan kental dan santan cair. Walau sama-sama santan, tetapi kedua santan ini berbeda cara penggunannya.

Santan kental yang lebih pekat bisa digunakan untuk membuat sajian seperti nasi uduk atau aneka dessert berkuah santan.

Sementara, santan cair bisa digunakan untuk memasak lodeh ataupun opor ayam.

Meski begitu, ada pula resep yang menggunakan dua jenis santan sekaligus. Jika begitu, maka masaklah bahan menggunakan santan cair terlebih dulu.

Kemudian, baru masukkan santan kental lalu masak sambil diaduk.

2. Api terlalu besar

Santan tak boleh dimasak dengan api besar. Penggunaan api besar dapat membuat santan pecah dan rasanya tidak menyatu dengan hidangan.

Untuk mencegahnya, baiknya masak santan dengan api kecil saja, terutama jika memasak dengan santan segar.

3. Tidak diaduk

Selain penggunaan api, proses pengadukan pun dapat memengaruhi konsisten dan rasa santan. Santan harus dimasak dengan api kecil dan terus diaduk agar tidak pecah.

Santan yang pecah akan membuat rasa hidangan kurang nikmat. Selain itu, santan pecah pun dapat membentuk gumpalan putih yang kurang sedap dipandang.

4. Dicampur dengan bahan asam

Dalam artikel Kompas.com (16/10/2020), Chef Devina Hermawan pada webinar ““Wariskan Resep Juara: Kuliner Nusantara” dari Kara, Kamis (15/10/2020)” menyebut bahwa santan tak boleh dimasak berbahan dengan bahan asam.

Santan yang dimasak dengan bahan asam bisa pecah dan tidak menyatu dengan masakan.

Misalnya, ketika ingin menggunakan jeruk nipis, maka taruhlah saat masakan sudah dimatang, supaya santan tidak pecah.

Cara Simpan Santan Agar Awet

Executive Sous Chef Shangri-La Hotel Jakarta, Rizky Wijatmoko menyampaikan beberapa tips dan trik untuk menyimpan santan dengan baik agar tidak mudah basi.

Pertama, untuk mendapatkan sangan kualitas bagus lebih baik pilih kelapa parut yang juga memiliki kualitas baik pula.

Kelapa parut yang kualiatasnya bagus adalah kelapa parut yang bersih dan benar-benar terpisah dengan kulitnya.

“Perbandingan santan dengan air bisa disesuaikan dengan keperluannya. Kalau mau mendapat santan yang kental perbandingannya adalah 1:1 dengan air, ” kata Rizky kepada Kompas.com, Jumat (10/7/2020).

Cara memasak santan bisa dikukus terlebih dahulu, kemudian dinginkan dan simpan di dalam kulkas

“Ini bisa dilakukan dengan cara kita masak dulu sampai suhu diatas 63 derajat Celcius selama 15 menit. Lalu kita cooling down sampai di suhu dibawah 5 derajat Celcius baru bisa kita simpan di kulkas,” papar Rizky.

Santan adalah bahan makanan yang mudah pecah, lebih baik panaskan dengan terus diaduk dan terus menjaga suhu panasnya.

Setelah santan dididihkan lebih baik didinginkan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam kulkas. Anda bisa mendinginkannya dengan cara berikut :

– Masukkan santan yang sudah direbus ke dalam wadah seperti almunium.

– Lalu siapkan wadah yang berbeda dan masukan es batu di dalamnya.

– Kemudiankan taruh wadah yang berisi santan di atas wadah yang berisikan es batu.

– Dinginkan sampai suhu dibawah 5 derajat Celcius baru bisa disimpan di kulkas.

– Jangan sampai santan dibiarkan dan didiamkan disuhu ruang lebih dari 2 jam.

“Kalau santan banyak lebih baik dibedakan wadahnya agar lebih cepat dinginnya,” jelasnya.

Jika sudah taruh santan pada sebuah wadah dan tutup rapat, kemudain diberi stiker penanda waktu. Santan bisa disimpan di dalam freezer dan bertahan lebih dari 1 bulan.

Namun tidak sarankan menyimpan santan terlalu lama karena bisa mengurangi rasa santan. Santan yang langsung disimpan di dalam kulkas akan rawan rusak dan rasanya asam.

“Kita bisa simpan di kulkas dua hari. Tapi saya sarankan satu hari saja karena ini high risk items,” paparnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.