Renggut Nyawa Julia Perez di Usia Muda, Ini 3 Gejala Awal Kanker Serviks yang Sering Tidak Disadari Wanita! Jangan Sampai Terlambat

Julia Perez diketahui meninggal di usia 36 tahun. Ternyata, ini dia 3 gejala awal kanker serviks yang sering tidak disadari wanita. Harus catat supaya tak terlambat. Perjuangan Julia Perez melawan kanker serviks memang tidak mudah.

Semua orang menyaksikan bagaimana artis kawakan ini perlahan mulai terlihat melemah hingga akhirnya menyerah pada 10 Juni 2017 lalu.

Ia diketahui meninggal dunia di RS Ciptomangunkusumo, Jakarta. Kanker serviks diketahui memang adalah kanker ganas yang biasa menyerang kaum hawa. Pria tidak bisa terkena kanker satu ini karena tidak memiliki rahim.

Nah, penderita kanker serviks sebenarnya masih bisa sembuh asal diketahui di stadium awal.

Karena itu, penting bagi para wanita untuk mengetahui gejala awal kanker serviks agar tidak terlambat dalam pengobatannya.

Gejala Awal Kanker Serviks

Diwartakan Kompas.com, dalam buku Menaklukkan Kanker Serviks dan Kanker Payudara dengan 3 Terapi Alami (2012) karya Dr Lestari Handayani, dr, M Med (PH) dkk, dijelaskan sedikitnya ada tiga gejala yang sering dikeluhkan oleh para penderita kanker serviks.

Catat baik-baik dan segera periksakan ke dokter saat mendapati gejala ini.

1. Perdarahan abnormal

Perdarahan abnormal dapat terjadi sebagai gejala adanya penyakit kanker serviks pada wanita.

Perdarahan abnormal yang dimaksud di antaranya, terjadi saat:

· Setelah berhubungan seksual

· Setelah menopause

· Perdarahan atau flek-flek (spotting) di antara waktu haid

· Menstruasi lebih lama dari biasanya

2. Keputihan abnormal dari vagina

Keputihan kadang bercampur dengan darah.

Keputihan tersebut dapat terjadi di antara periode menstruasiatau setelah menopause.

3. Nyeri saat berhubungan seksual

Hubungan badan yang menyebabkan nyeri di pihak perempuan patut dicurigai sebagai gejala kanker serviks.

Adapun pemicu kanker serviks ini beragam, mulai dari kebiasaan hubungan seksual yang tidak aman hingga akibat makanan.

Perjuangan Jupe Melawan Kanker Serviks

Sebelum meninggal, Jupe sebenarnya sudah 3 tahun berjuang melawan kanker serviks yang diderita sejak November 2014 lalu.

Sebelum tutup usia, kondisi kesehatan Jupe mulai menurun setelah tiga tahun mengidap kanker serviks, tepatnya pada 19 April 2017.

Pada saat itu Jupe harus menggunakan selang sebagai medium penghantar nutrisi yang dibutuhkan tubuhnya dan menjalani cuci darah.

Padahal tiga bulan sebelumnya, usai berobat ke Singapura, Jupe sempat dinyatakan sembuh dari kanker.

Jupe telah berjuang dengan sisa-sisa tenaga dan semangatnya.

Sebelum tutup usia, kondisi Jupe kerap naik turun. Terkadang dia stabil, namun kerap mencemaskan.

Bahkan pada Kamis (8/6/2017) lalu Jupe baru saja menjalani operasi pada organ pencernaannya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Nia, sang adik menjelaskan bahwa Jupe dioperasi karena organ pencernaannya diduga lengket sebagai efek radiasi untuk pengobatan kankernya.

Pada Senin (15/5/2017) di RSCM, pihak keluarga Jupe memberi informasi kepada para wartawan tentang kondisi terkini Jupe.

Diterangkan oleh pihak keluarganya, Jupe telah menjalani pemeriksaan aktivitas otak dengan Electro Encephalo Graphy (EEG) pada 5 Mei 2017.

Hasilnya menunjukkan tingkat kesadaran Jupe kurang.

Diterangkan pula, Jupe mengalami pembekuan darah pada kandung kemihnya, sehingga ia sulit buang air kecil.

Selain keluar masuk ruang operasi, Jupe juga kerap membutuhkan cuci darah untuk memperbaiki fungsi ginjalnya yang mengalami kerusakan akibat obat yang ia konsumsi selama ini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.