Belajar dari Meninggalnya Anak Farhan yang Terserang Leukimia Di Usia Muda, Jangan Lagi Makan Jajanan Favorit Si Kecil ini

Semua pasti tak asing dengan sosok presenter Farhan. Farhan dikenal sebagai sosok presenter yang energik. Meski di atas panggung begitu semangat, tapi siapa sangka Farhan menyimpan kesedihan. Hal ini lantaran sang putra meninggal setelah berjuang melawan leukimia di usianya yang masih sangat muda.

Leukimia stadium 4 yang menyerang sang anak begitu membuat Farhan terpukul. Datangnya leukimia di usia muda juga bisa berasal dari makanan yang kita konsumsi. Salah satunya adalah jajanan favorit anak-anak ini.

Sempat minta pulang

Menurut Farhan, ada beberapa riwayat penyakit yang selama ini diderita oleh putranya tersebut. Sebelum leukimia yang baru didiagnosa sekitar 3 minggu lalu, ternyata Ridzky menderita kanker kelenjar getah bening.

“Jadi pada dasarnya Ridzky didiagnosa mengalami kanker kelenjar getah bening yang sudah menyebar salah satunya ke sumsum tulang belakang,” kata Farhan.

Selanjutnya, penyebaran penyakit tersebut menimbulkan penyakit yang lain yaitu kanker darah alias leukimia.

“Penyebaran ini menimbulkan kanker kedua, leukimia yang terus menyebar ke pembuluh darah,” lanjut presenter kondang itu.

Tak berhenti di situ, penyakit yang membuat Kiki koma selama 8 hari itu juga menyerang beberapa organ vitalnya. Seperti paru-paru, ginjal, dan susunan syaraf pusat di otak hingga batang otaknya didiagnosa mati oleh dokter.

Jenazah mendiang anak yang dikenal periang itu akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir pada 2015 silam. Sebelum meninggal, ada hal yang cukup membuat Farhan merasa sedih.

Hal ini karena sang anak berpesan ingin pulang ke rumah.

Ucapan tersebut sudah memberikan tanda bahwa sang anak akan menemui Sang Pencipta.

“Sebelum dibawa ke RSCM, Ridzky bilang mau pulang, mau pulang, mau pulang ke rumah,” ucap Erwin Parengkuan, sahabat dari Farhan yang juga ada saat malam Ridzy di rawat.

Farhan sendiri mengaku sudah diberitahu dokter jika kesempatan Ridzky untuk bertahan hidup semakin kecil. Bersama istri, ia harus sabar menghadapi diagnosa dokter, yang diungkapkan dua hari sebelum akhirnya Ridzky meninggalkan mereka untuk selamanya.

Karena tak kunjung membaik, beberapa alat penunjang hidup pun dicabut.

“Kemudian tahap demi tahap dilakukan pencabutan seluruh life support. Dan tepat 48 jam kemudian, hanya dengan menggunakan alat bantu napas dan infus cairan tubuh, maka satu demi satu fungsi organ vitalnya menurun,” ujar Farhan.

Bahaya makan enak

Kepergian Ridzky membuat Farhan menjadi menyesal sekaligus waspada dan memberikan peringatan bagi orang tua.

Salah satunya adalah agar anak tidak terkena leukimia, harus segera menjahui makanan ini.

Leukimia adalah kanker sel darah yang memburuk.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, kasus leukemia di Indonesia meliputi ¾ dari seluruh kasus kanker pada anak.

Pada penderita leukemia, sumsum tulang akan memproduksi sel-sel darah putih secara abnormal.

Penyebab dari kondisi ini belum dapat diketahui secara pasti. Namun, beberapa hal dipercaya sebagai faktor yang berpengaruh dalam terjadinya leukemia,

Faktor tersebut diantaranya faktor genetik dan faktor lingkungan.

Kelainan genetik diturunkan oleh orang tua atau karena adanya riwayat kanker pada keluarga.

Kemudian, faktor lingkungan seperti paparan polusi udara, radiasi, hingga zat kimia juga dipercaya memengaruhi terjadinya leukemia pada anak.

Menurut Dokter Spesialis Anak RS Awal Bros Pekanbaru, dr.Yustinah Atmadja,M.Sc,SpA menjelaskan pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari makanan ini.

Makanan tersebut adalah makanan yang mengandung bahan pengawet atau mengandung bahan kimia.

Sebaiknya hindari mengonsumsi makanan tersebut agar anak tidak mudah terserang kanker darah yang mematikan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.